Setel sebagai bahasa default
Blog kami
Mengapa atlet menggigit medali mereka?
Gambar Timotius Wei
Timotius Wei

Atlet menggigit medali mereka

Pernah melihat sebuah Juara Olimpiade menggigit medalinya1 dan bertanya-tanya mengapa? Sepertinya hal yang aneh dilakukan setelah menang. Izinkan saya, sebagai peraih medali selama lebih dari satu dekade, menjelaskan kisah sebenarnya di balik pose terkenal ini.

Para atlet kebanyakan menggigit medali mereka untuk para fotografer. Ini adalah pose ikonik yang menciptakan citra yang kuat dan berkesan. Tradisi ini dimulai sebagai cara bersejarah untuk menguji apakah emas itu asli, namun medali modern tidak terbuat dari emas murni.

Tradisi ini sebenarnya memiliki dua bagian. Bagian pertama sudah sangat tua dan berasal dari zaman ketika uang terbuat dari emas murni. Orang-orang akan menggigit koin untuk memeriksa apakah koin itu asli. Emas murni itu lembut, sehingga gigi Anda akan meninggalkan bekas kecil. Bagian kedua bersifat modern dan semuanya tentang gambar. Fotografer di acara olahraga besar mulai meminta para atlet untuk melakukannya. Posenya terlihat bagus di foto dan di TV. Ini menunjukkan emosi dan lebih menarik dari sekedar senyuman. Seiring waktu, hal itu menjadi hal yang harus dilakukan. Sebagai seseorang yang perusahaannya, INIMAKER®, menghasilkan lebih dari 50.000 medali setiap bulannya, saya dapat memberitahu Anda bahwa menggigit medali modern tidak akan membuktikan apa pun. Namun citra yang diciptakannya tak ternilai harganya.

This gesture is a fascinating mix of history and media influence. It has become so popular that it feels like a natural part of winning. But let's break down the details. The "bite test" adalah hal yang nyata dari sejarah. Emas jauh lebih lunak dibandingkan logam lainnya, dan sudah pasti lebih lembut dibandingkan logam yang digunakan untuk membuat koin palsu, seperti timah yang dilapisi emas. Jika Anda menggigit koin emas asli, koin itu akan bengkok atau memperlihatkan bekas gigi. Jika itu palsu, gigi Anda mungkin akan terluka. Ini adalah cara cepat dan mudah bagi pedagang untuk memeriksa uang tanpa alat khusus.

Today, the story is completely different. It's all about the media. I once talked with a client, Diego from Brazil, who works in sports merchandising. He told me that photos of athletes biting their medals are incredibly popular. He said they help sell more t-shirts, posters, and souvenirs. It's a "money shot" untuk fotografer karena surat kabar dan situs web suka menggunakan gambar-gambar ini. Posenya dinamis. Ini menceritakan kisah kerja keras, kemenangan, dan bahkan sedikit pemberontakan yang lucu. Atlet, medali, dan gigitannya menciptakan momen yang sempurna.

Namun apa jadinya jika Anda benar-benar menggigit medali Olimpiade modern? Pertama, Anda perlu tahu terbuat dari apa. Itu bukan emas murni, bahkan emas pun tidak. Misalnya, medali emas Tokyo 2020 sebagian besar terbuat dari perak murni dan kemudian dilapisi emas sekitar 6 gram. Inti dari sebagian besar medali yang kami buat di INIMAKER® adalah paduan seng atau kuningan yang kuat. Kami kemudian menambahkan lapisan emas atau perak yang sangat tipis melalui proses yang disebut pelapisan listrik. Jika Anda menggigit salah satu medali ini, Anda tidak akan meninggalkan bekas pada logam inti. Anda mungkin hanya akan menggores lapisan atau merusak lapisan anti-oksidasi khusus yang kami terapkan. Dalam kasus terburuk, gigi Anda bahkan bisa patah.

Siapa yang memulai tradisi ini?

Jadi kita tahu kenapa atlet menggigit medalinya. Tapi siapa yang pertama kali melakukannya? Sejarah resminya agak kabur. Ini tidak seperti satu orang yang melakukannya dan semua orang menirunya pada hari berikutnya.

Tidak ada satu orang pun yang secara resmi dianggap sebagai pendiri tradisi menggigit medali2. Kemungkinan besar ini dimulai oleh para perenang pada tahun 1980an atau 1990an dan menjadi populer karena para fotografer mendorongnya untuk mendapatkan bidikan yang lebih menarik.

Asal pastinya sulit dilacak. Tampaknya hal ini telah berkembang seiring berjalannya waktu dan bukan diciptakan oleh seorang atlet saja. Ini menjadi tren global karena adanya acara internasional besar seperti Olimpiade, di mana sejumlah besar fotografer berusaha mendapatkan gambar terbaik.

Evolusi Pose

Kisah Asal yang Buram

Kebanyakan sejarawan olahraga percaya bahwa tren ini mendapatkan momentumnya pada tahun 1980an. Perenang sering disebut sebagai kelompok pertama yang mulai menggigit medalinya. Usai perlombaan, mereka basah kuyup, emosional, dan memegang medali. Gigitannya menambahkan elemen mentah dan kuat pada foto kemenangan. Pada tahun 1990-an, ketika fotografi olahraga menjadi semakin kompetitif, pose ini ada di mana-mana. Atlet dari semua cabang olahraga melakukannya. Itu menjadi bagian yang diharapkan dari upacara tersebut.

Peran Fotografer

You cannot talk about medal biting without talking about the photographers. They are a huge part of this story. In the seconds after a medal ceremony, dozens of photographers are crowded together, all yelling at the athletes. They shout things like, "Look here!" and "Show us the medal!" They also shout, "Bite it!" Mereka meminta pose ini karena laku. Ini lebih emosional dan aktif daripada senyuman sederhana. Seorang atlet yang menggigit medali merupakan simbol pencapaian hadiah utama. Saya ingat klien korporat, Klaus dari Jerman, yang meminta kami membuatkan medali untuk perusahaannya yang berkinerja terbaik. Dia menyebutkan fotografer acara mereka secara khusus menginstruksikan para pemenang untuk menggigit medali mereka untuk buletin perusahaan. Ini menunjukkan sejauh mana tren tersebut telah berkembang.

Potensi Risiko Menggigit

Meskipun posenya terlihat bagus, namun ada beberapa risikonya.

  1. Kerusakan Gigi: Medali itu sulit. Pada Olimpiade Musim Dingin 2010, seorang atlet Jerman bernama David Moeller terkenal mengalami patah gigi pada medali peraknya. Ini bukanlah kejadian langka.
  2. Kerusakan Medali: As a manufacturer, this is what I think about. Our medals often have intricate designs and special finishes. We use a patent-pending technology called "ColorLock" untuk mencegah warna enamel memudar. Gigitan yang keras dapat menggores lapisan pelindung, membuat enamel terkelupas, atau merusak bagian tepi yang halus. Itu dapat merusak karya indah yang telah kita ciptakan dengan susah payah.
  3. Kuman: Pikirkan tentang berapa banyak orang yang memegang medali sebelum dikalungkan di leher seorang atlet. Dari lini produksi hingga pejabat acara, semuanya melewati banyak tangan. Menggigitnya mungkin bukan hal yang paling higienis untuk dilakukan.

Pose Kemenangan Modern

Cara para atlet merayakannya telah banyak berubah selama bertahun-tahun. Gigitan medali hanyalah langkah terbaru dalam evolusi ini. Berikut adalah rincian sederhana tentang bagaimana pose kemenangan telah berubah.

Era Pose Kemenangan Umum Pengaruh Utama
Awal tahun 1900-an Berdiri secara formal, memegang medali Fotografi formal, menunjukkan rasa hormat.
Pertengahan tahun 1900-an Raising arms in a "V" untuk kemenangan Optimisme pasca perang dan simbol budaya.
1980an-1990an Mencium medali atau mengangkatnya tinggi-tinggi Peningkatan liputan media, emosi pribadi.
2000-an-Sekarang Menggigit medali Demand from photographers for an "iconic shot."

Evolusi ini menunjukkan bagaimana perayaan olahraga menjadi lebih personal dan lebih fokus dalam menciptakan citra yang kuat bagi khalayak global. Tindakan sederhana menggigit medali menghubungkan atlet langsung ke hadiahnya dengan cara yang sangat fisik dan mendasar.

Kesimpulan

Para atlet menggigit medalinya bukan untuk mencari emas, melainkan untuk mendapatkan gambar yang sempurna. Tradisi ini, yang kemungkinan besar dimulai oleh para perenang dan dipopulerkan oleh para fotografer, kini menjadi simbol kemenangan atletik yang paling dikenal di seluruh dunia.



  1. Temukan sejarah menarik dan pengaruh media di balik pose ikonik yang melambangkan kemenangan dan emosi ini.

  2. Jelajahi asal mula tradisi perebutan medali dan bagaimana tradisi ini berkembang menjadi fenomena global dalam fotografi olahraga.

Kami siap membantu informasi teknis atau komersial

Seorang profesional akan menghubungi Anda dalam waktu 24 jam

Silakan periksa email Anda